logo

Equestrian
Champions
League 2020

Scroll
blog img

Equestrian Champions League (ECL) 2020 II: Akbar Kurniawan Kembali Mendominasi (Article in Indonesian)

SuaraKarya.id - TANGERANG: Muhammad Akbar Kurniawan kembali unjuk kemampuan. Rider muda berpotensi dunia ini mendominasi kompetisi olahraga ketangkasan berkuda Equestrian Champions League (ECL) 2020 Seri II yang berakhir Minggu (8/3/2020) di APM EquestrianCentre, Tangerang, Banten. Akbar yang lebih akrab dipanggil Aan itu merebut delapan medali emas. Ini merupakan peningkatan dari raihan yang dicapainya pada seri I di Pulomas, Jakarta, 16 Februari lalu. Pada seri perdana Aan langsung melejit dengan raihan tujuh emas.

“Saya bersyukur bisa meraih delapan emas. Target saya di seri II ini berusaha meraih hasil lebih baik dari seri I. Ternyata bisa dapat delapan meskipun saya tadinya berharap sembilan emas,” kata Aan usai lomba kepada para wartawan yang mengerubutinya.

Atlet dari klub Kurnia Stable itu meskipun sudah meraih 15 cincin permata namun mengaku tetap akan fight pada seri III berikutnya yang akan digelar di tempat yang sama. Pasalnya dia kemungkinan absen pada seri IV, Juli nanti, karena akan pergi ke Jerman untuk mengikuti pelatihan dan kompetisi selama dua minggu.

“Saya tetap fight di seri III. Tentu setiap seri saya harus tampil baik karena yang dinilai untuk menentukan pemenang adalah lima dan enam seri yang digelar. Apalagi saya akan absen di seri IV karena harus ke Jerman,” ucap Aan.

Putra dari Fatcul Anas itu menyatakan, pada seri II persaingan tetap ketat meskipun rider yang menjadi saingannya lebih sedikit dibandingkan seri I. Pengalaman ini membuat dia tetap harus mempersiapkan diri dengan lebih serius sehingga mampu mempertahankan dan bahkan meningkatkan raihannya di dua seri yang telah berlangsung. Dia bertekad untuk mencatat sejarah sebagai juara pada kompetisi yang baru pertama kali digelar di Tanah Air itu.

“Kompetisi ECL ini bagus untuk menambah jam terbang para rider. Karena berlangsung memakai format seri maka para rider bisa bertanding dengan berkelanjutan. Ini tentu memacu para rider untuk terus berlatih mempersiapkan diri,” katanya.

Fatcul Anas mengaku, Aan tidak boleh berpuas diri dengan raihan di seri I dan II. Hal itu akan membuat dia lengah. Untuk itu Anas akan terus menjaga mental Aan agar terus tertantang saat bertarung melawan sesama rider muda maupun senior.

“Saya minta Aan terus semangat bila bersaing dengan sesame rider junior. Jangan hanya terpacu saat melawan yang lebih senior. Saya akan berusaha menjaga mental Aan,” ujar Anas.

Pada seri II yang disaksikan Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, Wakil I Ketua Umum KONI Pusat Suwarno, Ketua Umum PP Pordasi Triwatty Marciano dan mantan Ketua Umum PP Pordasi Edy Sadak, Aan melakoni lomba dengan prestasi tiada hari tanpa emas. Pada hari pertama, Jumat, juara jumping 100 cm liga dan juara jumping 130 cm open. Kemudian pada hari kedua, Sabtu, Aan juara dressage preliminary liga - dengan menunggang kuda Camelias, juara dressage elementary liga – Camellias, juara dressage mediun liga - Asa Kurnia, peringkat 3 dressage advance liga - Asa Kurnia. Sedangkan di hari terakhir, Minggu, Aan merebut gelar juara 1 100 cm liga – Braveheart, juara 110 cm liga – Braveheart, juara 120 cm liga – Malika dan posisi dua 130 cm liga - Prince Zizou.

Sementara itu Hans Hardany Kawilarang mampu meningkatkan raihannya pada show jumping 70 cm. Rider dengan kuda APM Nikita itu berjaya merebut gelar untuk mengobati kegagalannya pada seri I lalu.

“Di sini saya bisa juara karena sudah mengenal medan. Saya berlatih di sini. Kudanya juga sudah terbiasa tampil di sini. Untuk seri III saya juga harus ambil karena berlangsung di sini,” ujar Hans dari APM Equestrian Centre itu.

Credit: https://m.suarakarya.id/detail/108072/Equestrian-Champions-League-ECL-2020-II-Akbar-Kurniawan-Kembali-Mendominasi